Friday, December 25, 2015

PENGERTIAN PEMASARAN ONLINE (E-MARKETING)

PENGERTIAN PEMASARAN ONLINE



Pengertian pemasaran online sebenarnya tidak jauh berbeda dengan definisi pemasaran ofline hanya saja tempat pemasarannya saja yang berbeda akan tetapi yang lebih membedakan antara kedua proses pemasaran ini adalah pada strateginya dan Toolsnya saja, namun demikian ada pemasaran online akanmasuk juga dalam proses pemasaran ofline.


Sebelum kita menjabarkan pengertian pemasaran online, saya mengajak anda memahami kata perkata tentang pengertian internet marketing atau Pengertian e-marketing ini.


Pertama : Online marketing, kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu Online dan Marketing sudah tau pastinya …


Online : suatu kegiatan atau proses dimana anda perangkat technologi terhubung dengan jaringan internet yang aktif. ( kalo nggak aktif berarti offlineya)


Marketing : adalah saya, anda,orang lain yang melakukan kegiatan atau aktifitas bisnis dengan melalui media internet dengan menempuh jalur online.


Kedua : Online Marketing adalah suatu aktivitas atau usaha untuk melakukan pemasaran produk atau jasa yang di lakukan melalui media internet yang terhubung secara aktif.


Berarti pada intinya online marketing atau pengertian pemasaran online adalah “ kegiatan yang anda lakukan dalam rangka menjalankan misi untuk meraih visi melalui jalur yang terhubung dengan internet aktif, tidak memandang anda pake hp merek apa,komputer jenis apa dll. selama anda bisa melakukan kegiatan pemasaran dengan alat yang anda punya secara online,menurut saya anda bisa dikatakan sebagai marketing online..setuju nggak?..kalau nggak setuju ya biarkan saja ya…karena kita semua bebas berpendapat mendefinisikan mana yang menurut kita paling tepat selama tujuan dan maknanya sama.


Apa bedanya anatara pengertian Pemasaran online, pengertian e-marketing, dan pengertian internet marketing?…ketiganya memiliki makna yang sama dan juga menempuh proses dengan menggunakan alat yang sama modelnya tergantung apa yang anda punya dari alat tekhnologi atau elektronik tersebut.


Kemudian dalam dunia Pemasaran Online dan Pemasaran Ofline keduanya tergabung dalam satu kata yaitu “ Marketing “.


Marketing sendiri juga memiliki banyak pembagian strategi seperti Marketing Mix, baca pengertian Marketing Mix. Marketing Mix juga terbagi Menjadi product Mix dan Product Line, dan masih banyak pembahasan lain mengenai pengertian Marketing itu sendiri.


Pengertiang Marketing : suatu proses kegiatan menyeluruh dan terpadu yang terdapat di dalamnya individu maupun kelompok untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan cara membuat produk, menetapkan harga, mengkomunikasikan sebuah informasi atau mempromosikan dan menyalurkan melalui kegiatan pertukaran untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen dan perusahaan. Atau biasanya di ringkas menjadi : Precesses, Creating, Relanships, Comunicating and Delivering Value.


Dalam dunia marketing ataupun Pemasaran, semuanya bisa di katakan sebagai pelaku marketing atau pemasar, itulah sebabnya saya sering katakan dalam beberapa acara bahwa kita semua ini adalah MAREKTING, baik marketing bagi diri sendiri, marketing barang, marketing jasa dll. intinya kita adalah seorang marketing tidak pandang pangkat jabatan ataupun suku dan ras budaya. Saya harap sobat mengerti apa yang saya maksudkan kita semua adalah marketing..


Demikian ulasan singkat seputar pengertian Pemasaran Online, semoga bermanfaat untuk mendapatkan informasi.



SUMBER: http://www.lebahmaster.com/lainnya/pengerian-kata/pengertian-pemasaran-online

Thursday, December 24, 2015

PENGERTIAN PRESS REALESE


Press release adalah tempat untuk memberikan info – info, berita, ataupun kegiatan – kegiatan yang lainnya melalui siaran pers, media rilis, pernyataan pers atau rilis video adalah komunikasi tertulis atau direkam diarahkan pada anggota media berita untuk tujuan mengumumkan sesuatu seolah-olah berita. Biasanya, mereka dikirim, fax, atau e-mail ke editor penugasan di surat kabar, majalah, stasiun radio, stasiun televisi, atau jaringan televisi.

Tom Kelleher menyatakan dalam bukunya, Public Relations Online: Konsep Abadi untuk Mengubah Media, bahwa "mengingat bahwa publik berita-driven Anda termasuk wartawan bonafide serta orang lain yang membaca dan melaporkan berita online, siaran pers istilah tampaknya bekerja lebih baik secara online dari siaran pers ". Fraser Seitel juga mengacu pada siaran pers sebagai, "kakek PR menulis kendaraan." Website telah mengubah cara siaran pers yang disampaikan.Komersial, jasa fee-based press release distribusi, seperti layanan berita kawat, atau layanan website gratis co-ada, membuat distribusi berita lebih terjangkau dan meratakan lapangan bermain untuk usaha kecil. Website seperti memegang repositori siaran pers dan mengaku membuat berita perusahaan lebih menonjol di web dan dapat dicari melalui mesin pencari utama.
Penggunaan siaran pers umum di bidang public relations (PR). Biasanya, tujuannya adalah untuk menarik perhatian media yang menguntungkan untuk klien PR profesional dan / atau memberikan publisitas untuk produk atau peristiwa dipasarkan oleh klien-klien. Siaran pers menyediakan wartawan dengan subsidi informasi yang berisi dasar-dasar yang diperlukan untuk mengembangkan berita. Siaran pers dapat mengumumkan berbagai berita, seperti acara-acara terjadwal, promosi pribadi, penghargaan, produk dan layanan baru, penjualan dan data keuangan lainnya, prestasi, dll Mereka sering digunakan dalam menghasilkan cerita fitur atau dikirim untuk tujuan konferensi pers mengumumkan, acara mendatang atau perubahan dalam perusahaan. Penggunaan kritis atau berlebihan dari siaran pers oleh wartawan telah dijuluki churnalism.
Sebuah pernyataan pers adalah informasi yang diberikan kepada wartawan. Ini adalah pengumuman resmi atau rekening suatu berita yang khusus disiapkan dan dikeluarkan untuk surat kabar dan media berita lainnya bagi mereka untuk membuat dikenal masyarakat.
Contents
Ø  Origins
Ø  Elemen
Ø  Model Distribusi
Origins
Artikel New York Times menerbitkan verbatim dari siaran pers Ivy Lee Rilis ivy Lee seperti yang muncul dalam The New York Times pada tahun 1906  Yang pertama siaran pers yang modern diciptakan oleh Ivy Leelembaga Lee bekerja dengan Railroad Pennsylvania pada saat Atlantic City kecelakaan kereta api 1906..Ivy Lee dan perusahaan berkolaborasi untuk menerbitkan siaran pers pertama langsung kepada wartawan, sebelum versi lain dari cerita, atau pengandaian, dapat menyebar di antara mereka dan dilaporkan. Dia menggunakan siaran pers, selain mengundang wartawan dan fotografer untuk adegan sebagai sarana pembinaan komunikasi terbuka dengan media.
Public relations pelopor Edward Bernays kemudian disempurnakan penciptaan dan penggunaan siaran pers.

Elemen
Secara teknis, apa sengaja dikirim ke wartawan atau sumber media dianggap siaran pers itu adalah informasi yang dirilis oleh tindakan yang dikirim ke media. Namun, PR profesional sering mengikuti format standar yang mereka percaya adalah efisien dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan publisitas yang mereka inginkan. Format ini seharusnya membantu wartawan siaran pers terpisah dari metode komunikasi PR lainnya, seperti surat lapangan atau advisories media. Umumnya, tubuh PR terdiri dari 4 sampai 5 paragraf dengan batas kata antara 400 sampai 500.


Beberapa elemen struktur umum termasuk:
Ø  Headline - digunakan untuk menarik perhatian wartawan dan singkat meringkas berita
Ø  Dateline - berisi tanggal rilis dan biasanya kota yang berasal dari siaran pers

Jika tanggal yang Tercantum adalah setelah tanggal bahwa informasi itu benar-benar dikirim ke media, maka pengirim meminta embargo berita, wartawan yang berada di bawah kewajiban untuk menghormati. Pendahuluan - paragraf pertama dalam siaran pers, yang umumnya memberikan jawaban dasar untuk pertanyaan tentang siapa, apa, kapan, dimana dan mengapa. Butuh penjelasan lebih lanjut, statistik, latar belakang, atau detail lainnya yang relevan dengan berita. Boilerplate - umumnya pendek "tentang" bagian, memberikan latar belakang independen terhadap perusahaan penerbit, organisasi, atau individu. Tutup - di Amerika Utara, secara tradisional simbol "-30 -" muncul setelah boilerplate atau badan dan sebelum informasi kontak media, menunjukkan kepada media bahwa pembebasan telah berakhir. Sebuah setara lebih modern telah menjadi simbol. Di negara lain, cara lain untuk menunjukkan akhir rilis dapat digunakan, seperti kata "berakhir". Media informasi kontak - nama, nomor telepon, alamat email, alamat surat, atau informasi kontak lainnya untuk PR atau media relations contact person lainnya.

Seperti Internet telah diasumsikan tumbuh menonjol dalam siklus berita, press release gaya penulisan telah berkembang tentu. Editor newsletter online, misalnya, sering kekurangan staf untuk mengkonversi siaran pers tradisional prosa menjadi lebih mudah dibaca, siap cetak copy. Siaran pers hari ini karena itu sering ditulis sebagai artikel jadi yang memberikan lebih dari sekedar fakta telanjang. Sebuah gaya, Format jurnalistik bersama dengan mungkin alur cerita yang provokatif dan kutipan dari kepala sekolah dapat membantu memastikan distribusi yang lebih luas di antara internet hanya publikasi mencari bahan yang cocok.
Model Distribusi
Dalam model distribusi tradisional, bisnis, kampanye politik, atau melepaskan informasi entitas lain kepada media menyewa agen publisitas untuk menulis dan mendistribusikan informasi tertulis kepada Newswires dan jaringan lain dari wartawan. Dalam model ini, bisnis ini pada akhirnya bertanggung jawab untuk kedua penciptaan konten dan keputusan untuk mendistribusikannya, yang membuat siaran pers yang diterbitkan sendiri. Namun, dalam industri, siaran pers diri diterbitkan adalah do-it-yourself melepaskan yang melewati jaringan distribusi Newswire mahal. Dalam pendekatan ini, yang populer dengan banyak bisnis yang sangat besar dan hampir universal di antara organisasi kecil hanya mencari perhatian media lokal, tenaga pemasaran bisnis sendiri menulis press release dan mengirimkannya langsung ke pilihan mereka surat kabar atau media lainnya pakaian. Meski sebelumnya dilakukan dalam skala kecil oleh individu atau mengirimkan fax pengumuman ke sejumlah kecil media lokal, pendekatan ini sekarang cenderung mengandalkan e-mail dan distribusi web. Beberapa model hybrid juga ada, yang membayar untuk distribusi melalui jaringan didirikan, tetapi jika tidak mengikuti model do-it-yourself.
Contoh Press Release Green Day
Dalam rangka untuk menjadi bagian kebanggaaan masyarakat Garut, Green Life akan mengadakan Green day (kegiatan pelestarian linkungan) yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 29 januari 2012 sebagai upaya pengurangan limbah dan sampah di lingkungan Garut. Lokasi kegiatan ini akan dilakukan dari alun - alun Garut yang akan dimulai dari pukul 08.00 - 15.00 WIB. Dalam acara tersebut juga ada berupa acara lomba jalan santai, hiburan musik, dan kumpul komunitas yang ada di daerah Garut.
Sebetulnya kegiatan pelestarian lingkungan sudah sering dilakukan oleh warga Garut, Namun sayang keberadaan sampah dan limbah tak terpakai masih tetap menjadi masalah.Kegiatan awal yang akan dilakukan oleh Green Life adalah mengkomunikasikan kembali tentang pelestarian lingkungan kapada masyarakat agar kesadaran akan pentingnya acara-acara seperti ini untuk dilakukan.
Selain itu Green Life juga akan mengajak pihak - pihak terkait seperti SKDP Garut, polhut Garut, satlantas Garut, radio, dan komunitas yang ada di Garut untuk ikut serta berpartisipasi di acara ini bukan hanya pada awal kagiatan saja tetapi juga diharapkan memiliki tanggung jawab dan kesadaran pada acara selanjutnya.


SUMBER: http://wisatapikiran.blogspot.co.id/2013/05/definisi-press-release.html

Thursday, December 3, 2015

HARD NEWS DAN SOFT NEWS

HARD NEWS DAN SOFT NEWS


Ada dua tipe dalam penulisan jurnalistik, yaitu hard news dan soft news.Kedua tipe tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Berikut adalah ciri-ciri dari masing-masing jenis penulisan yang membedakan keduanya.
Hard news, adalah berita penting yang harus disampaikan langsung ke publik. Berita jenis ini tidak bisa ditunda pemberitaanya karena akan cepat basi. Kadang penulisan berita macam ini juga disebut breaking news, spot news, atau straight news.
Ada beberapa ciri-ciri khas dari Hard news. Pertama, mementingkan aktualitas. Definisi dari aktual adalah sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau peristiwa yang baru saja terjadi. Kita ambil contoh, misalnya judul berita: Intelijen Korea Bantah Curi Data Delegasi RI, merupakan berita tanggal 21 Februari 2011, apakah berita macam ini masih punya nilai berita jika tidak disajikan pada hari itu juga? Tentu saja tidak. Berita seperti ini akan cepat kehilangan nilai jualnya. Karenanya, berita hard news sangat mementingkan aktualitas.
Ciri yang kedua adalah memakai sistem piramida terbalik dalam penulisan berita. Artikel berbentuk berita ini memiliki struktur unik, yaitu inti informasi ditulis pada alinea awal (disebut sebagai "lead”) dan data-data penting menyusul pada alinea-alinea selanjutnya, lalu penjelasan tambahan, dan diakhiri dengan informasi lain yang bukan bersifat informasi utama. Inilah yang disebut sebagai piramida terbalik.
Bagi pembaca sebuah artikel, piramida terbalik memudahkannya menangkap inti cerita, sebab informasi yang paling pokok langsung dibeberkan sejak alinea-alinea awal. Sementara bagi redaktur di meja redaksi, piramida terbalik juga memberi keuntungan. Yaitu ketika sebuah artikel harus diperpendek karena kolom terbatas sementara waktu sudah mepet, maka redaktur tinggal memotong bagian bawah. Kalimat-kalimat yang dibuang itu tidak akan mengurangi makna artikel, asalkan ditulis dalam bentuk piramida terbalik.
Agar tercipta hard news yang baik maka lead harus baik pula. Lead yang baik harus memenuhi satu syarat, yaitu pemakaian 5W + 1H, Singkatan dari “what, who, when, where, why, how,” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana.” Semua unsur inilah yang harus terkandung dalam sebuah hard news. Contoh lead yang diambil dari vivanews.com :  Intelijen Korea Bantah Curi Data Delegasi RI -- Kamar VIP di Lotte Hotel, tempat delegasi Indonesia menginap selama di Seoul, Korea Selatan, disantroni penyusup. Tiga orang mencurigakan -- dua laki-laki dan seorang perempuan mencuri data dari laptop menggunakan USB. Para pelaku kabur saat kepergok salah satu staf dari Indonesia.
Ciri yang ketiga adalah kelengakapan dari isi beritanya. Lengkapnya sebuahhard news, bisa dipenuhi apabila pemakaian 5W + 1H sudah diterapkan. 5W+1H adalah unsur berita dan harus ada. Bayangkan, jika salah satu unsur dari enam unsur tersebut tidak ada. Pasti berita tersebut sarat akan informasinya sehingga tidak ada kelengkapan.
Ciri yang keempat adalah untuk memberi informasi. Sebagai jendela, agar para pembaca yang tidak tahu menjadi tahu. jika mengambil contoh berita dari vivanews.com, kita tidak akan tahu apakah ada data rahasia yang dicuri oleh intelejen korea? Lewat hard news, fungsi memberi info sangat diprioritaskan.
Ciri yang kelima adalah panjang dari hard news 100-200 kata. Tidak perlu panjang-panjang karena fungsinya memberi info yang aktual dan memenuhi unsur 5W+1H.
Beralih ke soft news. Berita soft news adalah berita yang dari segi struktur penulisan relatif lebih luwes, dan dari segi isi tidak terlalu berat. Soft news umumnya tidak terlalu lugas, tidak kaku, atau ketat, khususnya dalam soal waktunya. Misalnya: tulisan untuk menggambarkan kesulitan yang dihadapi rakyat kecil akibat krisis ekonomi akhir-akhir ini. Selama krisis ekonomi ini masih berlanjut, berita itu bisa diturunkan kapan saja. Atau tulisan tentang artis Meriam Bellina, yang punya hobi baru mengkoleksi pot bunga antik. Biasanya lebih banyak mengangkat aspek kemanusiaan (human interest).
Dari segi bentuknya, soft news masih bisa kita perinci lagi menjadi dua: news feature dan feature. Feature adalah sejenis tulisan khas yang berbentuk luwes, tahan waktu, menarik, strukturnya tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan feature bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik. Misalnya, feature tentang kehidupan sehari-hari nelayan di Marunda. Sedangkan news feature adalah feature yang mengandung unsur berita. Misalnya, tulisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang pencuri oleh polisi, yang diawali dengan kejar-kejaran, tertangkap, lepas lagi, dan semua liku-liku proses penangkapan itu disajikan secara seru, menarik, dan dramatis, seperti kita menonton film saja.


SUMBER: http://jurnal-imkom.blogspot.co.id/2011/02/perbedaan-hard-news-dan-soft-news.html


Wednesday, December 2, 2015

MAKALAH FEATURE

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Perkembangan teknologi komunikasi telah berpengaruh terhadap peran media massa cetak. Akibat perkembangan teknologi ini, media massa menjadi dijauhi dan menyebabkan manusia purna aksara menjadi buta aksara lagi. Hal ini disesalkan Marshall Mc Luhan, bahwa terdesaknya media cetak oleh media elektronik mengakibatkan tersisihnya sastra sebagai salah satu mata rantai komunikasi antar generasi. Namun dengan hadirnya media massa elektronik tidak menghapus keberadaan media massa cetak, bahkan diperlukan. Namun, persaingan antara media massa cetak dan media massa elektronik membuat media masa cetak harus memiliki sesuatu yang berbeda dari media massa elektronik. Di sinilah feature mengambil perannya dalam persaingan antar jenis media ini. Feature sekarang ini merupakan sesuatu yang tidak bisa tidak harus ada dalam surat kabar. Terutama dalam menghadapi persaingan dengan media elektronik yang juga memiliki jenis feature udara.
Menulis features seperti halnya menulis karya nonfiksi lainnya, seperti artikel, esai, laporan penelitian, dsb. Ia tetap ditulis dengan menggunakan data atau referensi. Namun, ia sangat berbeda dengan hard news di surat kabar. Features cenderung dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas, kadang-kadang dengan sentuhan subjektivitas si penulis terhadap peristiwa, situasi, dsb. Oleh karena itu pada makalah ini kami akan membahas tuntas mengenai features.
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Apa pengertian tulisan feature?
1.2.2        Apa jenis-jenis dan ciri-ciri dari penulisan feature?
1.2.3        Unsur-unsur apa saja yang terdapat dalam tulisan feature?
1.2.4        Bagaimana teknik menulis feature beserta contoh feature?

1.3  Tujuan Makalah
1.3.1        Menyebutkan pengertian feature
1.3.2        Mengetahui jenis dan ciri-ciri dari penulisan feature
1.3.3        Menjabarkan unsur-unsur yang terdapat dalam tulisan features
1.3.4        Mengetahui teknik penulisan features beserta contohnya


BAB II
PEMBAHASAN
2.1         Pengertian Feature
Secara sederhana, feature adalah cerita atau karangan khas yang berpijak pada fakta dan data yang diperoleh melalui proses jurnalistik. Disebut cerita atau karangan khas, karena feature bukanlah penuturan atau laporan tentang fakta secara lurus atau lempang sebagaimana dijumpai pada berita langsung (straight news).
Apa yang dijelaskan Rivers dalam The Mass Media: Reporting, Writing, Editing (1967) mungkin bisa membantu kita untuk lebih memahami apa itu feature. Rivers menunjukkan, kita mempunyai kisah atas fakta-fakta yang telanjang, dan itu kit sebut sebagai berita. Di samping berita kita jumpai lagi tajuk rencana, kolom, dan tinjauan yang kita sebut artikel atau opinion pieces. Sisanya yang terdapat dalam lembaran surat kabar, itulah yang disebut sebagai karangan khas (feature).
Menurut pakar yang lain, McKinney, feature adalah suatu tulisan yang berada di luar tulisan yang bersifat berita langsung. Dalam tulisan hi pegangan utama 5W1H dapat diabaikan. Sedangkan Wolseley dan Campbell dalam Exploring Journalism (1957) memasukkan feature pada surat kabar ke dalam segi hiburan (entertainment). Secara gamblang ia mengiaskan feature pada surat kabar sebagai asinan dalam sajian makanan. Ia tidak memberikan kalori utama, tetapi ia menimbulkan selera makan dan penyedap. Ia merupakan bagian cukup penting, sehingga surat kabar memenuhi pula fungsi ketiga yang tidak dapat diabaikan, yakni hiburan (entertainment) di samping fungsi memberi informasi dan pendidikan (Assegaff, 1983:55).
Jadi jelas, feature bukanlah menu utama surat kabar, tabloid, majalah, atau media massa. Menu utama surat kabar tetap adalah berita. Feature adalah menu penunjang surat kabar atau media massa. Sifatnya sebagai pelengkap. Feature juga dapat diabaikan oleh khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa media massa. Hanya, dengan merujuk pada analogi sajian makanan pada sebuah pesta, siapa pun pengunjung pesta tidak akan merasa afdal apabila sesudah makan berat, is tak mencicipi menu penunjang seperti puding, aneka buahbuahan, atau ice cream. Begitu juga dengan pembaca surat kabar. la tak akan merasa afdal apabila setelah menyimak berita, tak sekaligus juga menikmati hidangan feature.
Feature dapat dikatakan juga sebagai artikel yang kreatif, terkadang subyektif, yang dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan. Feature memungkinkan reporter ‘’menciptakan’’ sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat karangan tidak boleh fiktif dan bersifat khayalan, reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu.
2.2         Ciri-Ciri Feature
Dari sejumlah pengertian feature yang ada dapat ditemukan beberapa ciri khas tulisan feature, antara lain :
1.        Mengandung segi human interest
Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi, menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch, menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita lunak atau ringan) yang pemahamannyalebih menggunakan emosi. Berbeda dengan hard news (berita keras) yang isinya mengacu kepada dan pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.
2.        Mengandung unsur sastra
Satu hal penting dalam sebuah feature adalah is harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen (cerita pendek) atau novel –bacaan ringan dan menyenangkan – namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada dasarnya atau pada prinsipnya adalah seorang yang bercerita.
Jadi, feature adalah jenis berita yang sifatn ya ringan dan menghibur. Ia menjadi bagian dari pemenuhan fungsi menghibur (entertainment) sebuah surat kabar. Seorang penulis feature harus memiliki ketajaman dalam melihat, memandang, dan menghayati suatu peristiwa. Ia harus mampu pula menonjolkan suatu hal yang meskipun sudah umum, namun belum terungkap seutuhnya.
2.3         Unsur-Unsur yang Terdapat Dalam Tulisan Features
Sebagai sebuah cerita, feature dibangun dengan berpijak pada beberapa unsure pokok. Dalam cerita pendek, unsure-unsur pokok itu meliputi: karakter, mood atau suasana, tema, gaya, sudut pandang (point of view), dan setting. Menurut kritikus sastra Jakob Sumardjo, seorang pengarang terikat pada unsure-unsur itu meskipun ia bisa mencari variasi tersendiri. Seorang penulis bisa menekankan pada karakter atau tema, tapi tetap ia tidak bisa melepaskan diri dari unsur-unsur yang lain. Berikut penjelasan unsur feature yang diadaptasi dari cerpen menurut Haris Sumadiria dalam bukunya Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature (2014:183-189).

1.      Tema
Tema adalah ide sebuah cerita. Dalam feature, ide sering muncul dari berbagai peristiwa berita yang sifatnya aktual dan faktual. Ide tidak diperoleh lewat imajinasi, tetapi dipetik dari informasi, hasil penelusuran referensi, kerja observasi, pilihan visitasi, dan proses konfirmasi ke suatu atau berbagai pihak yang terkait. Wartawan sebagai penulis feature, sama sekali tak terlibat, dan memang tidak boleh terlibat, untuk melakukan suatu tindakan apapun. Wartawan sebagai penulis cerita hanya berhak melakukan rekonstruksi dan visualisasi atas apa yang dilakukan tokoh cerita sesuai dengan setting peristiwa yang terjadi.
2.      Sudut Pandang
Sudut pandang (point of view) pada dasarnya adalah visi pengarang, artinya sudut pandang yang diambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. Cerita feature, dengan merujuk pada sudut pandang, umunya lebih menyukai sudut pandang orang ketiga. Dengan sudut pandang orang ketiga, wartawan sebagai penulis feature, tahu tantang segalanya. Ia bisa menceritakan apa saja yang ia perlukan untuk melengkapi ceritanya sehingga mencapai efek yang diinginkan. Sebagian kecil wartawan, menyukai sudut pandang orang pertama dengan memerankan tokoh aku. Sudut pandang manapun yang dipilih, sesungguhnya bergantung pada selera wartawan atau reporter, redaktur, serta sifat dan bobot materi cerita yang ingin disampaikan kepada khalayak.
3.      Plot
Plot bukan jalan cerita. Dengan mengikuti jalan cerita kita dapat menemukan plotnya. Sesuatu yang menggerakan cerita adalah plot, yaitu segi rohaniah dari kejadian. Plot sering dikupas menjadi lima elemen: pengenalan, timbulnya konflik, konflik memuncak, klimaks, dan pemecahan soal (Sumardjo, 2004:15-16). Feature yang baik harus memiliki plot. Feature tidak mewajibkan pemunculan dan penajaman konflik dalam rangkaian adegan cerita. Feature mengangkat suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan yang sifatnya faktual objektif. Tidak semua aspek kehidupan yang diangkat dalam cerita feature mangandung unsur konflik. Jadi, hanya pada peristiwa tertentu saja unsur konflik dan klimaks itu diperlukan atau dihadirkan.
4.      Karakter
Suatu cerita feature disebut baik, apabila karakter tokohnya dilukiskan dengan jelas, tegas, ringkas, dan spesifik. Setiap punya karakter atau kepribadian masing-masing, yang sekaligus membedakan dirinya dengan orang lain. Tokohlah yang menentukan segala-galanya dalam cerita. Pengarang tidak perlu pegang kemudi. Ia hanya membiarkan saja tokoh-tokoh cerita yang dipilihnya itu hidup dan bergerak sendiri menurut wataknya masing-masing, dan menciptakan situasi, membuat masalah, menimbulkan ketegangan, mencetuskan klimaks, dan akhirnya menutup cerita (Lajos Egri dalam Dipenogoro, 2003:51).
5.      Gaya
Gaya adalah cara khas pengungkapan seseorang. Cara bagaimana seorang pengarang memilih tema, persoalan, meninjau persoalan dan menceritakannya sebagai sebuah cerpen. Sebagai cerita, feature ditulis oleh wartawan atau reporter dengan gaya masing-masing. Ada wartawan yang sangat mengagumi gaya Putu Wijaya, ada yang sangat menyukai gaya Ahmad Tohari, dll. Berbeda dengan berita yang gaya penulisannya sama karena mengacu pada teknik melaporkan, pola piramida terbalik, dan rumus 5W1H.
6.      Suasana
Suasana dalam cerita pendek membantu menegaskan maksud. Di samping itu suasana juga merupakan daya pesona sebuah cerita. Sama halnya dengan feature, tidak ada cerita feature tanpa suasana. Karena suasana itulah yang bisa menghidupkan cerita feature sehingga memikat pembaca, enak dibaca, berjiwa, dan sanggup melantunkan pesan-pesan moral tertentu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Menulis feature adalah melukis suasana peristiwa. Dari suasan itulah kemudian timbul imajinasi dan fantasi pembaca, pendengar atau pemirsa.
7.      Lokasi Peristiwa
Setting  tidak hanya menunjukkan tempat kejadian dan kapan terjadinya, tetapi berkaitan juga dengan karakter, tema, suasana cerita. Feature juga harus mengandung unsur ini. Dalam feature, unsur tempat/setting, tidak sekadar sebagai keterangan pelengkap sebagaimana dijumpai pada berita langsung. Dalam feature, setting justru memainkan peran yang amat menetukan jalannya cerita. Setting bencana alam seperti gempa dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumut pada 26 Desember 2004, dengan korban tewas lebih dari 100 ribu jiwa, misalnya, memunculkan aroma tragedy kemanusiaan yang luar biasa.
2.3.1 Sifat-Sifat Feature
Feature merupakan berita yang berfungsi sama dengan berita umumnya, tetapi dengan gaya bahasanya yang terkesan seperti seni itu adalah ciri khas dari feature. Target yang ingin dicapainya adalah perasaan pembaca bukan rasio, seperti sasaran berita umumnya.
Ada beberapa sifat feature menurut Tempo (1979:6-8) yaitu:
1.    Kreatif (adanya unsur kreativitas); Feature membutuhkan kreativitas penulisnya, dalam mencari objek tulisan yang khas, yang kadang-kadang merupakan peristiwa biasa, namun belum pernah atau jarang terungkap. Dalam penyusunan feature, penulis tidak terlalu terikat pada tekhnik penyajian tertentu. Penyajian feature dapat berbeda-beda tergantung pada kekhasan penulisnya. Kreativitas penulis sangat dituntut untuk menuturkan informasi yang diperolehnya. Penyajian permasalahan dikembangkan dengan kreativitas penulisnya. Kadang ada pakar yang menyebut feature lebih mendekati sastra. Persamaan ini dilihat dari sudut pandang tekhnik penyajiannya yang membolehkan pemanfaatan kreativitas. Kesamaan feature dengan sastra bukanlah dari sudut data dan fakta. Dalam feature tetap dimuat data dan fakta yang benar dan akurat.
2.    Variatif (adanya unsur menghibur); Sebuah feature ditulis dengan gaya penulisan yang variatif dengan mampu membangkitkan imajinasi pembacanya. Diksi atau pilihan kata, komposisi atau rangkaian kata-kata, kalimat dan paragrafnya, dari fakta-fakta yang diperoleh ditulis tidak monoton, hidup dan variatif. Feature disusun dengan penyajian yang bisa membuat pembaca mengendorkan syaraf-syaraf yang tegang karena terlalu sibuk bekerja. Karena disajikan dengan gaya santai, feature diharapkan dapat menghibur pembaca. Feature adalah bentuk komunikasi yang santai. Feature banyak ditemukan dalam surat kabar mingguan. Sajiannya yang menghibur dapat membantu pembaca untuk menyegaran kembali pemikirannya. Surat kabar mingguan tidak tepat kalau isinya banyak berbentul berita langsung.
3.    Subyektif (adanya unsur subjektivitas); Feature bersifat subyektif. Yakni sangat tergantung sudut pandang, wawasan, intelektual, ketrampilan, dan karakter penulisnya. Dalam menyusun feature, penulis dibolehkan memasukkan unsur subjektivitas. Ini dimaksudkan agar feature bisa lebih menarik dan tersaji dengan lancar. Wartawan boleh memasukkan perasaan atau emosional sebatas untuk memudahkan penyajian, pikiran, dan oemahaman terhadap permasalahan dalam feature. Subjektivitas pada feature hanya sebatas untuk memudahkan penyajian, tidak untuk pengolahan data-data. Data-data yang subjektif hanya terdapat dalam sastra. Inilah yang membedakan feature dengan sastra.
4.    Informatif; Feature membantu pembaca dengan memperjelas suatu keadaan untuk merasakan gambaran dari suaru kejadian, atau mempengaruhinya bertindak atau percaya. Nilai informatif feature berbeda dengan berita langsung yang benar-benar menyajikan informasi. Informasi dalam feature lebih mendalam dan lengkap. Feature disusun dan ditujukan untuk mengemukakan informasi-informasi penting dan bermanfaat bagi pembaca. Feature memuat ibnformasi-informasi yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita langsung. Banyak persoalan yang tidak layak menjadi berita atau reportase, namun perlu dan bermanfaat untuk diketahui masyarakat. Yang cocok untuk mengungkapkan hal ini adalah dengan melalui feature.
2.3.2    Jenis-Jenis Feature
1.      Feature Berita : tulisan feature yang lebih banyak mengandung unsur berita, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak.
2.      Feature Artikel : tulisan feature yang lebih cenderung ke dalam sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak actual lagi atau berkurang aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai keadaan atau suatu kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan.dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur.
Berdasarkan tipenya, maka feature dapat dibedakan menjadi:
1.      Feature Human Interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati dan sebagainya). Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan  kejengkelan.
2.      Feature pribadi-pribadi menarik atau feature biografi. Misalnya riwayat hidup seorang tokoh yang m,eninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang meiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi.
3.      Feature Perjalanan. Misalnya, kunjungan ke tempat bersejarah di dalam atau di luar negeri, atau ke tempat yang jarang di kunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsure subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam pweristiwa/ perjalanan itu mempergunakan “Aku”, “saya”, atau “kami” (sudut pandang- point of view-orang pertama).
4.      Feature Sejarah, yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa proklamasi kemerdekaan, atau peristiwa keagamaan dengan memunculkan “tafsir baru” sehinggga tetap terasa aktual untuk masa kini.
5.      Feature Petunjuk Praktis (Tips), artikel, Guidance Feature, atau mengajarkan keahlian- how to do it. Misalnya tentang memasak, merangkai bunga, membangu rumah, dan sebagainya.
2.3.3        Struktur Feature
Struktur tulisan feature umumnya disusun seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari:
1.    Judul (head)
2.    Teras (Lead). Lead, intro atau teras feature, berisi hal terpenting untuk menarikl perhatian pembaca pada suatu hal yang akan dijadikan sudut pandang dimualinya penulisan
3.    Bridge atau jembatan antara lead dan body
4.    Tubuh tulisan (Body)
5.    Penutup (ending) yang biasanya mengacu kepada lead, menimbulkan kenangan atau kengerian, menyimpulkan yang telah diceritaakan atau mengajukan pertanyaan tanpa jawaban.
2.4         Teknik Penulisan Feature
Setelah reporter mengumpulkan informasi berita, maka selanjutnya adalah proses penulisan dan penyusunan berita. Reporter harus menulis teras berita yang pendek tetapi menarik bagi pembaca sehingga mereka tidak cepat-cepat beralih ke berita lain.
Teras dari tulisan feature bukan ringkasan isi berita. Teras feature sering kali berisi contoh, kisah ringan atau pernyataan yang membuka nuansa berita. Teras berita yang unik, mencolok dan menarik dapat diaplikasikan saat menulis tulisan feature. Ketika reporter telah menyelesaikan wawancara dan observasi, dia harus memilih teras berita berdasarkan pertimbangan:
Ø  Bagian apa yang paling berpengaruh?
Ø  Kisah apa yang ingin disampaikan?
Ø  Apa yang membuat tulisan feature dapat dikatakan “kisah ini benar-benar menarik”?
Biasanya,  feature punya paragraf utama atau paragraf fokus sesudah teras berita. Paragraf inti atau fokus ini mengaitkan teras berita ke dalam fokus berita. Paragraf inti membantu pembaca memahami point utama berita dan memberi alasan bagi pembaca mengapa ia harus membaca berita tersebut. Paragraf utama akan memuat isi berita terkini jika berita feature ini dikaitkan dengan suatu kejadian. Mislnya, feature tentang keamanan berkendara memuat berita tentang kecelakaan di dalam paragraf inti.
Berita feature dapat ditata dalam bentuk apa saja dan bisa di tulis dengan panjang. Penulis sering menggunakan alat fiksi seperti ketegangan, kejutan, dialog, deskripsi, narasi dan klimaks dalam menegmbangkan isi berita feature jika dimungkinkan dan tepat.
Tujuan utamanya adalah membuat berita terus mengalir dan menarik pembaca tanpa henti. Susunlah berita sedemikian rupa sehingga pembaca dapat membaca dengan urutan logis. Penataan susunan akan bervariasi bergantung pada tipe beritanya. berita feature dapat ditulis secara kronologis. Atau bisa juga dengan teknik flashback seperti dalam film. Jika penulis menggunakan elemen kejutan dan ketegangan, maka pikatlah perhatian pembaca dengan sedikit informasi sembari tetap mempertahankan ketertarikan pembaca. Ini adalah tugas yang amat sulit. Penulis feature harus menyusun outline struktur beritanya sebelum mereka menulis.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Feature dapat dikatakan juga sebagai artikel yang kreatif, terkadang subyektif, yang dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan. Feature memungkinkan reporter ‘’menciptakan’’ sebuah cerita. Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat karangan tidak boleh fiktif dan bersifat khayalan, reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu.
Feature merupakan berita yang berfungsi sama dengan berita umumnya, tetapi dengan gaya bahasanya yang terkesan seperti seni itu adalah ciri khas dari feature. Target yang ingin dicapainya adalah perasaan pembaca bukan rasio, seperti sasaran berita umumnya.
Adapun jenis-jenis feature, di antaranya: Feature Berita, Feature Artikel. Sedangkan berdasarkan tipenya, maka feature dapat dibedakan menjadi: Feature Human Interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati dan sebagainya), Feature pribadi-pribadi menarik atau feature biografi, Feature Perjalanan, Feature Sejarah, yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu,  Feature Petunjuk Praktis (Tips).
Struktur tulisan feature umumnya disusun seperti kerucut terbalik, yang terdiri dari: a) Judul (head), b) Teras (Lead). Lead, intro atau teras feature, c)   Bridge atau jembatan antara lead dan body, d)Tubuh tulisan (Body), e) Penutup (ending).
Teknik Penulisan Feature terlebih dahulu reporter mengumpulkan informasi berita kemudian proses penulisan dan penyusunan berita. Dalam penulisan berita reporter harus menulis teras berita yang menarik, setelah itu, biasanya feature punya paragraf utama atau paragraf fokus sesudah teras berita. Paragraf inti atau fokus ini mengaitkan teras berita ke dalam fokus berita. Susunlah berita sedemikian rupa sehingga pembaca dapat membaca dengan urutan logis.
3.2  Saran
Menulis feature sama halnya menulis karya nonfiksi lain, namun feature ditulis dalam bentuk suatu informasi yang mengandung sisi human interest . Ada baiknya bagi yang ingin menulis feature harus memerhatikan terlebih dahulu teknik-teknik penulisannya agar mempermudah dalam menulis feature.


DAFTAR PUSTAKA

Sumadiria, AS Haris. 2014. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sunday, November 29, 2015

MAKALAH PROFIL USAHA DI BIDANG KESEHATAN PT. BIO FARMA

MAKALAH
PROFIL USAHA DI BIDANG KESEHATAN
PT. BIO FARMA
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas Cyber Media
Dosen                  : Drs. Patria Hidayat














Bima Tri Sakti
132050028
Ilmu Komunikasi – Humas/A















ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
2015





KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Karena atas ridho dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “ PROFIL USAHA DI BIDANG KESEHATAN PT. BIO FARMA ”.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan yang penulis miliki. Namun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak makalah ini dapat diselesaikan. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen Pembimbing.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurnanya. Untuk itu, penulis dengan terbuka mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah  ini bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi penulis.
Wassalammualaikum Wr Wb.




Bandung,   November 2015


                                                                                                       
Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN

I.       LATAR BELAKANG
PT Bio Farma (Persero) adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang kepemilikan sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. PT Bio Farma (Persero) sebagai satu-satunya produsen vaksin untuk manusia di Indonesia yang selama ini telah mendedikasikan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk memproduksi vaksin dan antisera yang berkualitas internasional untuk mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kualitas derajat kesehatan yang lebih baik.
Bidang usaha utama PT Bio Farma (Persero) adalah memproduksi vaksin dan antisera yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat yang didukung oleh penelitian dan pengembangan, pemasaran dan distribusi serta usaha pelayanan jasa pemeriksaan laboratorium kesehatan dan imunisasi sehingga mendapatkan keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan.  Melalui makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang perusahaan milik negara yaitu PT. Bio Farma.

II.      TUJUAN
1.         Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui profil usaha PT. Bio Farma dan perkembangannya.
2.         Tujuan Khusus
a.   Agar mahasiswa mampu mengetahui sejarah PT. Bio Farma
b.   Agar mahasiswa mampu mengetahui tentang izin usaha PT. Bio Farma
c.   Agar mahasiswa mampu mengetahui tentang produk-produk PT. Bio Farma
d.   Agar mahasiswa mampu mengetahui tentang modal usaha PT. Bio Farma
e.   Agar mahasiswa mampu mengetahui tentang strategi pemasaran PT. Bio Farma





BAB II
PEMBAHASAN

 
A. Sejarah PT. Biofarma dan profil usaha PT. Bio Farma
1.   Sejarah PT. Bio Farma
PT Bio Farma (Persero) berdiri sejak 120 tahun yang lalu, dimana pada tahun 1890 – 1894 merupakan tanggal dikeluarkannya Surat Keputusan Hindia Belanda, tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1890 tentang pendirian Parc Vaccinogene atau Landskoepok Inrichting di rumah sakit tentara Weltevreden – Batavia, yang merupakan tonggak sejarah awal berdirinya perusahaan vaksin dan sera di Indonesia.
 Lembaga ini kemudian berubah menjadi Parc Vaccinogene Instituut Pasteur seiring berjalannya waktu dan semakin meningkatnya kegiatan produksi pada tahun 1895-1901.
Setelah tahun 1923 menempati gedung di Jalan Pasteur nomor 28 Bandung, lembaga ini kembali mengubah namanya menjadiLandskoepok Inritching en Instituut Pasteur dan tahun 1924-1942 dipimpin oleh L. Otten.
Pada saat Jepang berkuasa, nama lembaga diubah menjadiBandung Boeki Kenkyushoo dan kegiatannya dipusatkan di Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur Bandung yang dipimpin oleh Kikuo Kurauchi.
Kegiatan lembaga ini kemudian berpindah ke Klaten, selama Belanda menduduki Bandung sehingga Bandung Boeki Kenkyushookembali berganti nama menjadiLandskoepok Inritching en Instituut Pasteur. Pada periode ini lembaga dipimpin oleh R. M. Sardjito (1945-1946) dan beliau merupakan orang Indonesia pertama yang memimpin lembaga ini.
Pada tahun 1950-1954 Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur di Bandung kembali menjadi tempat berlokasinya kegiatan produksi vaksin dan sera.
Seiring dengan terjadinya nasionalisasi berbagai perusahaan Belanda, pemerintah Indonesia pada saat itu mengubah Landskoepok Inritching en Instituut Pasteur menjadi Perusahaan Negara Pasteur. Melalui Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 1961 (Lembaran Negara Tahun 1961 No. 101), Perusahaan Negara Pasteur berubah menjadi Perusahaan Negara Bio Farma.
Setelah melalui penelitian dan penilaian bentuk badan usaha Bio Farma resmi menjadi Perusahaan Umum Bio Farma dengan Peraturan Pemerintah RI No. 26 ahun 1978. Periode itu Prof. Dr. Konosuke Fukai telah mengawali upaya transfer teknologi produksi Vaksin Polio dan Campak.
Setelah hampir dua puluh tahun berstatus sebagai Perum (Perusahaan Umum) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1997, perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang selanjutnya dikenal dengan PT Bio Farma (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia.

2.   Profil Usaha PT. Bio Farma
Ø  Lini Bisnis
Industri Farmasi & Biologi
Ø  Deskripsi Bisnis
Produsen vaksin, sera dan produk biologi lainnya
Ø  Dasar Hukum
Menyediakan vaksin,sera dan produk biologi lainnya dengan kualitas terjamin untuk melayani kebutuhan Indonesia dan Dunia.
Ø  Komposisi Kepemilikan Saham
Negara Republik Indonesia :100.00%
Alamat :
Jl. Pasteur No. 28
Bandung        
Phone :022-2033755
email : mail@biofarma.co.id
Fax : 022-2041306
Website : www.biofarma.co.id
Ø   Representative Office
Alamat :
Arthaloka Building, 3rd Floor Jl. Jendral Sudirman
Jakarta
Phone :021-2511525
email : mail@biofarma.co.id
Fax : 021-2514438
Website :www.biofarma.co.id




B. Visi, misi dan arti logo PT. Bio Farma
a.    Visi dan misi PT. Bio Farma
“Dilandasi oleh kinerja internal yang solid serta ketanggapan dalam mengantisipasi trend bisnis dan perkembangan teknologi vaksin dan serum, Bio Farma berkomitmen untuk menggapai prestasi cemerlang dan menjadi perusahaan kelas dunia”.
Visi   : Menjadi produsen vaksin dan antisera yang berdaya saing global.
Misi   :
1.      Memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan vaksin dan antisera yang berkualitas internasional untuk kebutuhan Pemerintah, swasta, nasional dan internasional.
2.      Mengembangkan inovasi vaksin dan antisera sesuai dengan kebutuhan pasar.
3.      Mengelola perusahaan agar tumbuh dan berkembang dengan menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance.
4.      Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemegang saham dengan tetap memperhatikan kepentinganstakeholders lainnya.

b.    Logo Bio Farma
PT Bio Farma (Persero) adalah sebuah perusahaan yang adaptif dalam mengantisipasitrend bisnis dan teknologi di bidang vaksin dan antisera. Salah satu bentuk antisipasi tersebut adalah dengan memiliki yang merupakan lambang sebagai identitas jati diri perusahaannya. Adapun logo dari PT. Bio Farma adalah sebagai berikut :

Gambar Logo Bio Farma
              Arti logo :
Seperti halnya sebuah nama, logo perusahaan pun memiliki arti atau makna tersendiri. Adapun arti dari logo pada perusahaan PT Bio Farma (Persero) tersebut adalah :
1)   Logo tersebut merupakan adaptasi bentuk pencitaraan dari“Crystal Protein” dan“Glicoprotein”. Hal tersebut merefleksikan bahwa Bio Farma adalah sebuah perusahaan di bidabg vaksin dan serum.
2)   Mencitrakan ilusi pendar bintang (sparkling)
Dalam hal ini pendar bintang yang dimaknai sebagai semangat dan dinamika Bio Farma yang memiliki masa depan yang cemerlang.
3)   Warna dominan hijau
Warna dominan hijau ini secara psikologis menyiratkan suatu nilai higienitas dan kesehatan.
C. Izin usaha PT. Bio Farma
PT. Bio Farma telah mendapatkan sertifikasi yaitu :
·         Sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik / GMP – Good Manufacturing Process) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
·         Pengakuan WHO (WHO recognition), yaitu dengan didapatkannya prakualifikasi WHO untuk produk-produk vaksin yaitu : Vaksin virus: Polio, Campak, Hepatitis B Uniject dan mOPV-1 (Monovalen Oral Polio Vaccine Tipe 1), Vaksin Bakteri : Difteri, Pertussis, Tetanus dan Tetanus dalam kemasan Uniject sehingga termasuk dalam daftar WHO prequalified products.
·         Sertifikat ISO 9001 : 2008 untuk Sistem Manajemen Mutu dari Lembaga SertifikasiLloyd's Register Quality Assurance Ltd,Singapura.
·         Sertifikat ISO 14001 : 2004 untuk Sistem Manajemen Lingkungan dari Lembaga Sertifikasi Lloyd's Register Quality Assurance Ltd, Singapura.
·         Sertifikat OHSAS 18001 : 2007 untuk Pengelolaan Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Bekerja dari Lembaga Sertifikasi Lloyd's Register Quality Assurance Ltd, Singapura.

D. Produk PT. Bio Farma
Bio Farma adalah sebuah  badan Usaha Milik Negara yang memproduksi vaksin dan sera untuk mendukung program imunisasi di Indonesia maupun di negara-negara lainnya. Bio Farma telah masuk ke dalam daftar prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Vaksin yang diproduksi Bio Farma terdiri dari vaksin virus (vaksin campak, vaksin polio oral, dan vaksin hepatitis B), dan vaksin bakteri (vaksin DTP, vaksin TT, vaksin DT, dan Vaksin BCG). Sejak tahun 1997 hingga saat ini, Bio Farma memasok vaksin ke banyak negara melalui UNICEF, PAHO dan pembeli lainnya.
Saat ini kapasitas produksi mencapai sekitar 1.1 miliar dosis.
Beberapa produk dari PT. Bio Farma adalah :
1.         Oral poliomyelitis vaccin
2.         Tetanus toxoid vaccin
3.         BCG vaccin diluent
4.         Vaksin BCG kering
5.         Vaksin DTP
6.         Vaksin TT
7.         Bio TT
8.         Snake venom anti serum
9.         Polyvalent anti snake venom
10.       Tuberculin dan masih banyak lagi

Gambar beberapa produk dari PT. Bio Farma



E.  Pemodalan PT. Bio Farma
Pemodalan usaha PT. Bio Farma telah diatur dalam peraturan pemerintah :

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1997
TENTANG
PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA
KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT BIO FARMA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang:
a.    bahwa untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kegiatan Usaha Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Bio Farma, dipandang perlu untuk melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) tersebut;
b.    bahwa kekayaan Negara Republik Indonesia yang berasal dari dana bantuan luar negeri dan dari Anggaran Belanja Pembangunan Tahun 1992/1993 yang digunakan untuk sarana produksi Difteri,Pertusis, dan Tetanus serta sarana produksi Polio dan Campak pada Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Bio Farma, dapat ditetapkan sebagai tambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal Perusahaan tersebut;
c.     bahwa untuk penambahan penyertaan modal Negara tersebut, perlu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
Mengingat:
a.    Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
b.    Undang-undang Nomor 9 Tahun 1969 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 1969 tentang Bentuk-bentuk Usaha Negara (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2890) menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2904);
c.    Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Ter-batas (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 13,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3587);
d.    Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1969 tentang Perusa-haan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2894) seba-gaimana telah diubah dengan
e.    Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1972 (Lembaran Negara Tahun 1972 Nomor 32, Tam-bahan Lembaran Negara Nomor 2987);
f.     Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1983 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan Jawatan (PERJAN), Perusahaan Umum (PERUM) dan Perusahaan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 3, Tam-bahan Lembaran Negara Nomor 3246) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1983 (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 37);
g.    Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1997 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (PERUM) Bio Farma menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 4);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT BIO FARMA.
F.  Pemasaran PT. Bio Farma

Strategi pemasaran:
1)    Meningkatkan kerjasama Pemasaran International dengan Unicef dan SSI serta dengan badan-badan international lainnya seperti RIVM, Biken, JPRI dan badan-badan dibawah WHO dalam rangka transfer teknologi
2)    Melakukan penambahan fasilitas produksi guna menunjang peningkatan kapasitas produksi khusus untuk vaksin-vaksin yang sudah WHO recognition.
3)    Mencari alternatif sumber dana lain dari luar perusahaan berupa pinjaman berkaitan dengan rencana penambahan fasilitas produksi.
4)    Mengadakan hubungan baik dengan Donor-donor Agencies seperti USAID, JICA, Rockefeler Foundation, UNIDO, Rotary Club serta badan-badan dunia lain untuk mendapatkan bantuan financial.
5)    Meningkatkan kemampuan dan keterampilan SDM melalui kerjasama dengan institusi / badan dunia, lembaga pendidikan di luar negeri juga dalam negeri.
6)    Berperan aktif dalam badan- badan dunia per vaksinan seperti IVI (International Vaccine Institut), GTN ( Global Training Network, WHO ) dan sebagainya dalam upaya mengikuti perkembangan teknologi vaksin dan perluasan pasar.
7)    Memantapkan implementasi nilai-nilai dinamis budaya peusahaan.
8)    Mempertahankan proses produksi yang sudah berwawasan lingkungan.


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Bio Farma adalah sebuah badan Usaha Milik Negara yang memproduksi vaksin dan sera untuk mendukung program imunisasi di Indonesia maupun di negara-negara lainnya. Bio Farma telah masuk ke dalam daftar prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).
PT Bio Farma (Persero) menjalankan roda organisasinya di di Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Vaksin yang diproduksi Bio Farma terdiri dari vaksin virus (vaksin campak, vaksin polio oral, dan vaksin hepatitis B), dan vaksin bakteri (vaksin DTP, vaksin TT, vaksin DT, dan Vaksin BCG).
B.   Saran
Pada pembahasan ini menjelaskan tentang sejarah dan profil usaha PT. Bio Farma termasuk juga produk-produk, modal serta strategi pemasaran. Dengan demikian diharapkan mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya menjadi paham tentang usaha bidang kesehatan  PT. Bio Farma.
Demikianlah makalah ini penulis buat, semoga apa yang disajikan memberikan ilmu dan informasi. Selanjutnya kesempurnaan makalah ini penulis mohon saran dan kritik guna memperbaiki kesalahan dikemudian hari.









DAFTAR PUSTAKA

http ://id.wikipedia.org.wikipedia.org/w/index.php?title=Bio_Farma&oldid=6629789
http ://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/466266/

PENGERTIAN PEMASARAN ONLINE (E-MARKETING)

PENGERTIAN PEMASARAN ONLINE Pengertian pemasaran online sebenarnya tidak jauh berbeda dengan definisi pemasaran ofline hanya saja t...